Cerita Aneh Keluarga yang Tewas Mengering di Kalideres

- Jumat, 25 November 2022 | 12:00 WIB
Potret cerita aneh dari keluarga  yang mengering di Kalideres (Tangkap Layar Youtube @Hirotada Radifan)
Potret cerita aneh dari keluarga yang mengering di Kalideres (Tangkap Layar Youtube @Hirotada Radifan)



URBANBOGOR.COM – Tewasnya satu keluarga Kalideres, Jakarta Barat yang mengering di dalam rumah. Penemuan tersebut membuat heboh jagat maya dan seluruh Indonesia.

Dilansir UrbanBogor.com dari salah satu akun Youtube @Hirotada Radifan, akan menceritakan beberapa cerita aneh dari keluarga yang tewas menegering di Kalideres ini.

Baca Juga: Polisi Menemukan Belatung, Digunakan Untuk Mengungkap Misteri Kematian Satu Keluarga di Kalideres

Hirotada mengatakan, “Pertama gua mau update dulu nih sedikit tentang kasus yang lagi heboh. Apalagi kalau bukan keluarga di Kalideres nih yang berita terbarunya benar-benar bikin syok gua. Ada dua saudara lain dari keluarga itu yang tinggal di Bekasi yaitu adik dari ibu Margaret yang menyatakan mereka terakhir kali chat-chatan 5 tahun yang lalu.

“Keluarga ini ditemukan tanggal 10 November 2022 kemarin. Setelah dilakukannya otopsi selama satu minggu lebih, ada kesaksian baru dari seseorang yang bekerja di koperasi simpan pinjam serta pihak agen perumahan yang memang mau menjual rumah dari keluarga tersebut,” katanya.

“Dimana mereka memperkirakan kalau Bu Margaret khususnya itu ternyata memang sudah tidak bernyawa sejak sekitar 13 Mei 2022 berarti sekitar 6 bulan yang lalu. Sebelum akhirnya keluarga ini ditemukan untuk tanggal 10 November kemarin,” katanya.

Baca Juga: Polisi Dapatkan Temuan Baru Berupa Dugaan Mobil Dijual Untuk Kasus Kalideres

Lebih lanjut Hirotada mengatakan kalau hal tersebut memang baru terungkap, karena awalnya polisi itu masih menelusuri pihak-pihak yang berhubungan dengan keluarga untuk dimintai keterangan.

Keluarga tersebut memang berniat untuk pindah rumah, makanya waktu polisi menggeledah rumah, barang-barangnya juga terlihat sudah di packing. Menurut tetangganya memang mau dijual.

Kesaksian dari ibu-ibu tetangga samping rumahnya mengatakan sempat melihat ada wanita berjilbab masuk ke dalam rumah itu dan dikira itu adalah calon pembeli rumahnya.

Hirotada menjelaskan, “Ternyata sertifikat dari rumah tersebut sudah diserahkan ke agen properti untuk dijual oleh Budianto selaku paman yang tinggal di situ juga. Pokoknya dia minta dijual dengan harga 1,2 miliar rupiah.”

“Namun ternyata ya di situasi saat ini di mana-mana abis pandemi juga keadaan perekonomian agak susah. Apalagi katanya tahun depan mau Resesi. Jadi untuk menjual sebuah properti itu tidak mudah.”

“Alhasil rumahnya itu enggak laku-laku sampai-sampai si agen propertinya menyerah dan berniat untuk mengembalikan sertifikatnya ke Pak Budianto. Tapi pada saat itu Pak Budianto-nya enggak mau. Ia berharap ada yang mau beli, tapi lagi-lagi ya memang prediksi di awal yang menyebutkan kalau keluarga ini sedang kesulitan masalah ekonomi.”

Baca Juga: Polisi Menemukan Bungkus Makanan Saat Olah TKP Sekeluarga Tewas Di Kalideres

Diketahui juga kalau keluarga tersebut banyak menjual barang-barang elektronik serta sempat ada pengakuan juga dari tukang jamu yang suka berjualan di daerah tersebut, katanya sempat mau dimintain pinjam duit 50 jutaan gitu.

“Tapi tukang jamu nggak punya duit sebanyak it. Nah akhirnya Pak Budianto ini menghubungi koperasi simpan pinjam untuk menggadaikan rumah tersebut, karena kan tadi mau dijual nggak laku-laku,” kata Hirotada .

Hirotada menjelaskan lebih lanjut, “Cuma karena sebelumnya sertifikat rumah masih dipegang sama pihak agent-nya. Mereka  janjian buat minta di bawakan itu sertifikatnya saat orang koperasinya datang ke rumah buat survey.”
 
Akhirnya Pak Budianto dan agen serta pegawai koperasi janjian di tanggal 13 Mei 2022 di rumah. Ketika orang koperasinya melihat kondisi rumah sebenarnya sudah oke, karena dinilai ini lokasinya bagus ya dan NJOP (nilai jual objek pajak) di daerah tersebut juga bagus.

Ketika mereka baru mau masuk ke dalam, pegawai koperasi dan si agent perumahan memang sudah mencium bau yang tidak enak. Tapi dikira bau sampah atau bau bangkai.

Baca Juga: 4 Mayat di Kalideres Tewas Akibat Tidak Makan, Keluarga: Bukan Orang Susah, Gak Mungkin Kelaparan

Selanjutnya mereka ngobrol-ngobrol di ruang tamu, pegawai koperasi melihat sertifikat tersebut ternyata atas nama Ibu Margaret, berarti kan Ibu Margareth sendirilah yang harus membuat permohonan untuk menggadaikan rumah tersebut.

Kata Hirotada, “Kalaupun mungkin beliau ini berhalangan ya harusnya itu ada surat kuasa. Saat ditanya mengenai ibunya yang ada dimana ke anak, Ia mejawab ibunya sedang  tidur di kamar.”

Artinya bukan berhalangan hadir, dan pegawai koperasi pun meminta tolong untuk dibangunkan. Tetapi si Dian sebagai anak beralasan ibunya lagi tidur, dan pegawai koperasi mulai mencurigainya.

Hirotada mengatakan, “Akhirnya pegawai koperasinya itu sempat meminta buat menengok keadaannya Bu Margareth. Sewaktu dia membuka pintu kamar, suasana kamar ibunya gelap banget karena semua lampu dimatikan, ditambah waktu pintunya itu dibuka bau busuk langsung menyengat.”

Pegawai koperasi dan agen rumah tersebut bingung alasan bau yang menyengat dan tidak wajar tersebut.

Saat pegawai koperasi ingin menyalakan lampu karena gelap, sang anak Dian tidak membolehkan. Alasannya karena Ibunya sensitif pada cahaya.

Posisi Dian saat itu di samping ibunya sambil nyisirin rambut ibunya. Dian juga mengatakan kalau sang Ibu kondisinya hanya bisa minum susu aja.

Baca Juga: Kriminolog UI Ungkap Dugaan Sebab Satu Keluarga di Kalideres Meninggal Misterius: Menganut Paham Apokaliptik

Sontak hal tersebut membuat terkejut pegawai koperasi dan agen. Sang pegawai langsung menyalakan senter menggunakan flash handphone.

“Mereka melihat kondisi Ibu Margaret yang sudah tidak bernyawa, mayatnya membengkak dan mengering. Si pegawainya itu mengucapkan takbir karena saking kagetnya. Kemudian mereka buru-buru untuk keluar dari ruangan itu,” ujar Hirotada.

Lebih lanjut Hirotada menjelaskan kalau Pak Budianto meminta tolong kepada mereka untuk merahasiakan apa yang mereka lihat kepada siapapun.

Oleh karena itu, mereka tidak speak up dan menyimpan informasi tersebut sampai akhirnya polisi mengetahuinya.

Baca Juga: Percaya Kehancuran Dunia Telah Dekat, Penganut Sekte Apokaliptik Dugaan Satu Keluarga Meninggal di Kalideres

“Oh ya sebenarnya ada sih ini satu konspirasi lagi yang timbul dari temuan baru ini juga. Apa mungkin konspirasi mengenai bedak bayi ada kaitannya dengan susu yang sering diberikan ke sang Ibu,” katanya.

“Ada yang beranggapan, jangan-jangan bubuk susu bayinya itu dicampurkan sama bubuk bedak atau mungkin saja malah bubuk bedaknya itu langsung diberikan ke sang ibu, mengingat ibunya sudah lansia,” ujarnya. (Afina Tsaniya Putri).***

Editor: Asep Maymarwan

Sumber: youtube @Hirotada Radifan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X